Teknik Pimpinan serta Konseling

Pekerjaan bimbingan dan penyuluhan kerapkali dipandang sebelah kesayangan oleh orang-orang yang malahan memiliki rencana dengan bimbingan dan penyuluhan itu sendiri, Misalnya, oleh siswa, jongos mata bidang, kepala madrasah, para pemegang kebijakan lainnya atau bangsa. Tidak terbatas mereka yang beranggapan kalau konselor atau guru BK di bersekolah hanya makan gaji debil, tidak tentu kerjanya, alias hanya dianggap sebagai telatah embel-embel pula.

Ungkapan-ungkapan turun semacam itu bisa ditepis jika pula konselor / guru BK yang berurusan dapat mengisyaratkan kinerjanya sekali lalu mampu melakukanadvokasi di sebelah hadapan mitra-mitra kerjanya di sekolah.

Di bawah ini kira-kira tips http://emmawerdayani.com/ dalam melakukan pedoman sekaligus dalam meyakinkan berbagai pihak yang berkepentingan secara bimbingan dan konseling di sekolah.

Trik Advokasi prima, pada jangka sedang merasuk rapat, Anda minta zaman untuk bersuara dan sidang Anda difokuskan pada hasil-hasil siswa tidak memaparkan segala sesuatu yang telah dijalani konselor. Yang dimaksud beserta hasil - hasil siswa adalah bermacam-macam kemajuan yang dicapai siswa melalui penembusan bimbingan dan konseling, cantik dalam bidang akademik, sosio-personal, maupun sudut pandangan karier.

Trik Advokasi kedua, dukung pembicaraan Anda beserta data-data, soalnya data hendak lebih bersuara keras atas pada temberang (data speak louder than words), manfaatkan chart / grafik bagi menggambarkan hasil-hasil siswa tersebut.

Tips Defensi ketiga, dalam lebih menunjukkan bisa sekadar Anda menerima siswa dalam berbicara pada forum menyubstitusi kepentingan Bimbingan dan Penyuluhan atau penganjur, dengan menyampaikan kisah sukses (success story) mereka atas bantuan fasilitas bimbingan & konseling yang sudah diterimanya.

Trik Advokasi keempat, program pimpinan dan penyuluhan pada dasarnya yaitu investasi siswa di maktab tersebut, oleh karena itu konselor dituntut dapat menampilkan pengembalian pemodalan tersebut untuk bentuk hasil-hasil siswa mereka



Tips Advokasi kelima, berbicara layaknya seorang ”politisi” yang aktif mengerjakan berbagai lobby dan berkomunikasi dengan sekujur mitra tingkah laku yang ada sehingga kepentingan bimbingan & konseling sanggup terwakili di dalam setiap kepastian atau spesialisasi di bersekolah.

Tips Pertahanan keenam, ciptakan akuntabilitas sikap melalui manifesto hasil petunjuk dan pengarahan, baik pengaduan harian, bulanan, atau tahunan.



Tentu tetap banyak cara lain yang bisa ditempuh untuk memastikan orang-orang mengenai keberadaan fasilitas bimbingan serta konseling pada sekolah, khususnya kepada orang2 yang memiliki pemahaman keliru tentang eksistensi Bimbingan serta Konseling di sekolah.

Write a comment

Comments: 0