Teknik Berlatih Menulis Wartawan

Menyarikan pekerjaan yang gampang-gampang rumit. Gampang soalnya tinggal merangkaikan apa yang terlintas di kepala Kau. Susah utk menjadikannya merampok dan mudah dibaca.

Terus terang saya bukan pernah memahirkan menulis berdasar pada khusus. Bahkan ikut kelas penulisan ataupun sejenisnya. Kompetensi yang beta pakai bersahaja. Biarkan ide mengalir dan kemudian tuliskan buru-buru. Bahasa kerennya, keep your hand moving.

Walaupun demikian, semakin kerap menulis, Kamu akan menyalin perbedaan sempang tulisan bermutu dan bukan. Anda juga mulai bisa membedakan dengan jelas mana tulisan yang mudah dimengerti dan mana yang mesti mengernyitkan dahi.

Beruntung berita hari ini hamba menemukan buku “Kalimat Jurnalistik - Buku petunjuk Mencermati Penulisan Berita” koleksi A. M. Dewabrata, seorang mantan redaktur senior selebaran Kompas. Tulisan beliau memprakarsai wawasan trendi buat abdi terutama mengerti mengapa pemberitahuan atau risalah di perangkat massa ditulis dengan prinsip-prinsip dasar tertentu.

Meskipun buku ini super dekat dengan penulisan pemberitahuan yang menjadi sarapan sehari-hari para penyiar, namun aku merasakan luar biasa aplikatif serta bisa diterapkan dalam paham tulisan yg lain. Termasuk buat Anda yang suka menulis blog.

Berikut intisari buku tersebut pada poin superior:

1. Kata2x Harus Membayang dan Komunikatif

Sebuah vokal terutama yang bersifat cerita haruslah nurani sekaligus komunikatif. Jernih pada arti mudah dipahami & tidak menyiapkan multi tafsir. Komunikatif di arti sanggup berbicara terhadap pembaca yang bukan menyaksikan langsung sebuah tuturan.

Karena itu, tulisan harus dibuat setanding, sesuai nalar, dan menggunakan bahasa yang lazim dipergunakan masyarakat besar. Dengan cara tersebut, pembaca akan gampang mengerti dan mengambil tajuk dari berita/artikel/tulisan yang dibaca. Termasuk di dalamnya menggunakan kalimat yang singkat & efektif.

2. Susunan Perkataan Tidak Pantas Teratur

Masih ingat secara pelajaran kode Indonesia dulu? Salah satu seksi yang paling saya tegak adalah susunan S-P-O-K (Subjek, Predikat, Objek, Keterangan). Inilah susunan utama dalam kaidah kebanggaan aku.

Walaupun demikian, sebuah tulisan jurnalistik piawai mengabaikan struktur tersebut. Tersebut dilakukan pada alasan utama untuk mengheningkan maksud dari sebuah kata2x.

Jika perkataan hanya sesederhana “Saya menunang buku di swalayan. ” tepat tidak sulit memahaminya. Akan tetapi jika sudah biasa beranak cucu apalagi cicit akan sulit dipahami pembaca.

Satu diantara tips krusial adalah mengarang keterangan pendek dengan yang diterangkan. Ataupun Anda juga bisa mengubah posisi bukti di depan.

3. Sesuai Nalar dan Mantik



Membaca diartikan sebagai proses menafsirkan dan mengerti. Terdapat nalar dan pikiran di kian. Seorang pereka yang indah akan menciptakan tulisan yang sesuai nalar dan mantik. Diantaranya adalah hubungan benih akibat yang secara sinambung atau tdk langsung ditemui dalam satu buah kalimat.



4. Akurasi

1 buah tulisan harus akurat, terlebih jika menoreh berita yang dijadikan sanad banyak pembaca. Bayangkan bahwa Anda menyarikan berisi fenomena yang khilaf, maka validitas akan dipertaruhkan.

5. Hukum DM & MD

Tetap ingat ilmu ini? Diterangkan-Menerangkan atau Menerangkan-Diterangkan? Secara umum bahasa Indonesia menggunakan contoh Diterangkan Menjelmakan. Frasa “rumah makan” merupakan rumah teritori orang merampas. “Rumah” adalah kata yang diterangkan namun “makan” beroperasi menerangkan wisma seperti segalanya yang dimaksud.

Write a comment

Comments: 0